Analisis Ekologis dan Kesesuaian Lokasi untuk Budidaya Ikan Kerapu (Epinephelus Sp) Dalam Rangka Pengembangan Minawisata Perairan Kampung Holtekam Distrik Muara Tami Kota Jayapura Papua

Authors

  • Vera Kostansie Mandey Universitas Cenderawasih
  • Krithopolus Rumbiak Universitas Cenderawasih
  • Tamara Kainama Universitas Cenderawasih
  • Popi Ida Laila Ayer Universitas Cenderawasih
  • Korinus Rejauw Universitas Cenderawasih
  • Natan Baransano Universitas Cenderawasih
  • Maklon Warpur Universitas Cenderawasih

DOI:

https://doi.org/10.31957/acr.v9i1.5473

Keywords:

Ikan Kerapu, Perairan Holtekam, Distrik Muara Tami

Abstract

Perairan Holtekam merupakan perairan yang ada di Kota Jayapura. Memiliki potensi sumberdaya hayati di wilayah pesisir dan laut seperti  terumbu karang  yang masih bagus dan merupakan tempat wisata bagi masyarakat. Potensi perairan Kampung Holtekam bila dikembangan untuk budidaya perikanan ikan kerapu akan memberikan pemasukan dan peningkatkan kesejahteraan masyarakat. Perairan Kampung Holtekam berpotensi tidak hanya sebagai sentra produksi perikanan, namun juga wisata bahari (minawisata). ikan kerapu (Epinephelus sp) termasuk ikan ekonomis penting karena nilai jualnya tinggi, disukai banyak konsumen, bergizi tinggi dan jumlah produksinya besar. Untuk membudidaya ikan kerapu (Epinephelus sp) memerlukan faktor-faktor lingkungan perairan yang sesuai. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni – Agustus 2024 di perairan Kampung Holtekam Distrik Muara Tami Kota Jayapura. Penelitian ini  dilakukan secara insitu pada 4 titik pengambilan data di  perairan Pantai Pasir 2. Pada penelitian ini terdapat data primer dan sekunder yang digunakan, pengumpulan data primer dilakukan dengan survey lapangan dan data sekunder diperoleh dari database online/internet. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, didapatkan beberapa parameter lingkungan perairan yang mencakup kecerahan, kedalaman, kecepatan arus, Suhu, salinitas, pH, dan DO di perairan Holtekam masing-masing adalah 6-7 m  7-10 m, 0,3-0,32 m/detik, 30,0- 30,2°C, 31,0-32,2%o, 7-7,5, 7,0-7,0. masih sesuai dengan baku mutu. Sedangkan Amoniak (NH3-N) 3,10- 4,20, Nitrat (NO2-N, 1,40- 3, 40 dan Fosfat (PO4 – P) 0,71 - 1,20. Ketiga parameter ini kelompokkan kedalam kelas tidak sesuai (S3).

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Vera Kostansie Mandey, Universitas Cenderawasih

Program Studi Ilmu Perikanan, Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan, FMIPA Universitas Cenderawasih. Jln. Kamp. Wolker. Waena. Papua

Krithopolus Rumbiak, Universitas Cenderawasih

Program Studi Ilmu Perikanan, Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan, FMIPA Universitas Cenderawasih. Jln. Kamp. Wolker. Waena. Papua

Tamara Kainama, Universitas Cenderawasih

Program Studi Ilmu Kelautan, Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan, FMIPA Universitas Cenderawasih. Jln. Kamp. Wolker. Waena. Papua

Popi Ida Laila Ayer, Universitas Cenderawasih

Program Studi Ilmu Kelautan, Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan, FMIPA Universitas Cenderawasih. Jln. Kamp. Wolker. Waena. Papua

Korinus Rejauw, Universitas Cenderawasih

Program Studi Ilmu Kelautan, Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan, FMIPA Universitas Cenderawasih. Jln. Kamp. Wolker. Waena. Papua

Natan Baransano, Universitas Cenderawasih

Program Studi Ilmu Kelautan, Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan, FMIPA Universitas Cenderawasih. Jln. Kamp. Wolker. Waena. Papua

Maklon Warpur, Universitas Cenderawasih

Program Studi Ilmu Kelautan, Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan, FMIPA Universitas Cenderawasih. Jln. Kamp. Wolker. Waena. Papua

Published

2026-05-30